Tersiar Dua Napi Kabur dari Rutan Kelas IIB Kotabumi, Petugas Rutan: Tidak Ada
LAMPURA realitapublik.id -- Sebanyak dua Narapidana (Napi) yang dikabarkan kabur dari Rumah Tahanan (Rutan) Kelas IIB Kotabumi Lampung Utara, saat ini masih hangat diperbincangkan publik. Sabtu, 11 Oktober 2025.
Sebelumnya, terhimpun keterangan bahwa peristiwa kaburnya dua orang terduga narapidana dari dalam rutan Kelas IIB Kotabumi terjadi pada Jumat siang, 10 Oktober-2025. Keduanya kabur usai membersihkan halaman Rutan kelas IIB Kotabumi.
Informasi tentang dua napi yang kabur dari dalam rutan itu dibenarkan oleh warga setempat yang melihat adanya kejar-kejaran antara dua orang yang diduga menggunakan pakaian narapidana dengan petugas Rutan setempat.
"Saya lagi duduk disini (warung miliknya) saya liat dua orang napi lari. Saya mau bantu gimana dengan warung saya. Rame tadi bang, tapi sudah ketangkep lagi" kata narasumber yang enggan disebutkan namanya.
Sementara warga lainnya juga membenarkan peristiwa tersebut. Ia menceritakan saat duduk sambil ngecas hp, tiba-tiba terdengar suara sejumlah orang yang meneriakkan maling-maling, dan terlihat dua orang diduga narapidana itu dikejar oleh warga dan petugas rutan.
"Dua orang diduga narapidana yang kabur itu, satu lari dan masuk ke gang dan satu orang lagi lari ke arah jalan raya. Tapi dua orang itu akhirnya berhasil ditangkap oleh sejumlah warga dan petugas rutan," katanya
Namun, informasi kaburnya dua orang diduga narapidana tersebut dibantah oleh petugas Rutan Kelas IIB Kotabumi.
"Tidak ada narapidana kabur, kata salah satu petugas petugas saat dikonfirmasi awak media, di tempat pintu masuk Rutan Kelas IIB Kotabumi.
Petugas ini juga mengatakan kalau kepala rutan sedang tidak ada di tempat. "Beliau sedang dinas luar," kata si petugas sambil menutup pintu di Rutan kelas IIB Kotabumi.
Penyampaian petugas rutan yang menyebut tidak ada narapidana yang kabur, menuai sorotan dari sejumlah kalangan di Kotabumi.
"Sudah jelas-jelas diketahui masyarakat, kok bilang tidak ada yang kabur?," kata salah sath warga dalam perbincangan di sebuah warung kopi, Sabtu (11/10)
Adanya kejadian ini, pihak rutan kelas IIA Kotabumi dinilai lemah dalam sistem pengawasannya, terutama di lingkungan ruang tahanan.(*)
Penulis: Rody Sandra
Comments
Post a Comment