Aksi Demo Forum Masyarakat Prihatin Menuntut Penutupan Perusahaan AQUA Gondangwetan
PASURUAN realitapublik.id - Forum Masyarakat Prihatin (Formapan) kembali menggelar aksi damai untuk kedua kalinya, menuntut penutupan perusahaan AQUA di Kecamatan Gondangwetan, Kabupaten Pasuruan. Aksi ini dipelopori oleh H Sugeng Samiadji, yang menyatakan bahwa perusahaan AQUA telah melanggar klas jalan dengan menggunakan kendaraan bermuatan melebihi berat tonase yang telah ditentukan.
"Kita minta tutup perusahaan AQUA! Mereka tidak peduli dengan kerusakan jalan dan lingkungan yang disebabkan oleh kegiatan mereka," tegas Sugeng Samiadji.
Ia juga menuding bahwa perusahaan AQUA telah melakukan iklan yang menyesatkan, dengan menyatakan bahwa sumber air mereka berasal dari pegunungan, padahal sebenarnya berasal dari sumber bor. Selain itu, Formapan juga menemukan bahwa perusahaan AQUA memiliki 3 sumber bor, namun hanya 2 yang memiliki izin.
Solikhul Aris, anggota advokad Konggres Indonesia, menilai bahwa kinerja Bupati Pasuruan tidak maksimal dan dinilai tidak becus dalam mengemban jabatan. Ia meminta Bupati Pasuruan untuk turun dari jabatan jika tidak dapat menyelesaikan masalah ini.
Aksi ini juga diwarnai dengan pembantingan Aqua galon dan ancaman untuk memblokir jalan di kals 3 yang melebihi tonase. Muslim, ketua LSM LIRA, juga mengungkap bahwa produksi sumber mata air AQUA telah menguras sumber mata air di sekitar wilayah, sehingga berdampak kekurangan air.
"Apabila tidak ada tindakan dari APH, kita akan menutup dengan barikade pintu depan gerbang," tegasnya.
Formapan meminta Bupati Kabupaten Pasuruan untuk memperhatikan masalah ini dan mengambil tindakan tegas terhadap perusahaan AQUA. Jika tidak ada respons dari pihak perusahaan AQUA dan pihak dinas terkait, Formapan akan menggelar aksi dengan memblokade akses jalan keluar masuk perusahaan AQUA Gondangwetan.
Aksi dilanjutkan bergerak menuju Pendopo Bupati Pasuruan
Bersambung....
Comments
Post a Comment