Darurat DB di Panjang Wetan Pekalongan: Tiga Korban dalam Lima Hari, Warga Kecewa Respons Dinkes Lambat
PEKALONGAN realitapublik.id – Kasus Demam Berdarah (DB) Dengue kembali menggemparkan warga Kelurahan Panjang Wetan, Kecamatan Pekalongan Utara. Tiga individu dari satu lingkar keluarga, terdiri dari dua anak kandung dan satu keponakan, dinyatakan positif DB hanya dalam kurun waktu lima hari.
Keluarga korban, Bapak Wandel Sejati, warga Panjang Wetan RT 05 RW 06, menyampaikan kekecewaan mendalam atas lambatnya respons dari Kelurahan, Puskesmas, maupun Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Pekalongan, meskipun mereka telah mengajukan permintaan fogging (pengasapan) sebanyak dua kali.
Penularan DB di lingkungan keluarga Wandel Sejati terjadi dengan cepat:
Tanggal Korban Usia & Hubungan Kronologi
- 11 Nov 2025 Putri Ayu 21 tahun, Keponakan Dinyatakan positif DB setelah dirawat karena demam tinggi dan muntah. Permintaan fogging pertama diajukan, namun ditolak tanpa tindak lanjut.
- 14 Nov 2025 Mandana Tribuana 5 tahun, Anak Kandung Tiga hari setelah kasus pertama, Mandana positif DB. Permintaan fogging kedua diajukan kembali, namun kembali diabaikan.
- 16 Nov 2025 Melati Utami 17 tahun, Anak Kandung Dua hari kemudian, kakak Mandana, Melati, dilarikan ke RS Budi Rahayu dan didiagnosis positif DB.
Tiga korban dalam satu lingkar keluarga dalam waktu singkat membuat ayah korban terpukul dan marah karena menilai tidak ada upaya pencegahan yang dilakukan oleh pihak berwenang di tengah situasi darurat.
Menanggapi laporan yang mengkhawatirkan tersebut, anggota Komisi C DPRD Kota Pekalongan, Boentoro, Bk. Teks (Andy Wong), pada Rabu (19/11/2025) melakukan pengecekan data. Hasil verifikasi menyebut bahwa ketiga korban benar-benar positif DB sesuai data dari rumah sakit dan fasilitas kesehatan.
Karena tidak ada tindakan preventif dari instansi terkait, warga RT 05 RW 06 kini semakin resah. Merasa lingkungan mereka tidak aman, warga akhirnya berinisiatif menggelar operasi fogging mandiri untuk mencegah penularan lebih lanjut dan melindungi warga lainnya.
Kasus ini menjadi sorotan tajam, menunjukkan pentingnya peningkatan kewaspadaan dan respons cepat dari Dinkes terhadap laporan kasus Demam Berdarah di tingkat lingkungan.
Comments
Post a Comment