IWO Apresiasi Langkah Menteri Imipas Bebaskan Ratusan WBP Lapas Kuala Simpang Saat Banjir
JAKARTA realitapublik.id – Keputusan Menteri Imigrasi dan Pemasyarakatan (Imipas) Jenderal (Purn) Agus Andrianto untuk melepaskan ratusan narapidana (napi) atau Warga Binaan Pemasyarakatan (WBP) dari Lapas Kelas IIB Kuala Simpang saat bencana banjir menerjang Kabupaten Aceh Tamiang, mendapat apresiasi tinggi dari Ikatan Wartawan Online (IWO).
Ketua Umum IWO, Teuku Yudhistira, menilai langkah tersebut sebagai keputusan bijak dan strategis yang diambil demi keselamatan seluruh WBP, menyusul terendamnya seluruh gedung Lapas dengan ketinggian air mencapai 2 meter.
"Langkah strategis yang diputuskan Menteri Imipas tersebut kami nilai sangat bijak mengingat bencana banjir yang terjadi di luar prediksi," ungkap Yudhistira setibanya di Jakarta dari Bandara Kualanamu, Kamis (11/12/2025).
[caption id="attachment_14749" align="alignnone" width="300"]
Pertemuan di bandara Kualanamu, Jakarta (foto: Rody Realita Publik)[/caption]
Yudhistira memahami bahwa pengambilan keputusan tersebut tentu menjadi dilema bagi seorang Menteri. Namun, ia memuji keberanian Agus Andrianto yang menempatkan aspek kemanusiaan di atas pertimbangan lain.
"Tapi kemanusiaan di atas segala-galanya. Dan hari ini Menteri Imipas telah membuktikan hal itu. Membebaskan WBP di saat banjir besar menerjang Aceh Tamiang termasuk Lapas Kelas II B Kuala Simpang. Ini force majeure," bebernya.
Yudhistira juga menyoroti adanya bukti keberhasilan pembinaan narapidana di Lapas tersebut. Ia merujuk pada kisah yang menjadi viral di media sosial, di mana seorang hakim perempuan di Aceh Tamiang justru ditolong oleh seorang napi yang sebelumnya divonisnya saat banjir melanda.
"Hal ini kami rasa nilai plus bagi keberhasilan Menteri Imipas membina narapidana di sana," pungkasnya, menggarisbawahi bahwa selama menjalani hukuman, sebagian WBP telah membuktikan diri berusaha menjadi orang baik ketika akan kembali ke tengah masyarakat.
Pertemuan di bandara Kualanamu, Jakarta (foto: Rody Realita Publik)[/caption]
Yudhistira memahami bahwa pengambilan keputusan tersebut tentu menjadi dilema bagi seorang Menteri. Namun, ia memuji keberanian Agus Andrianto yang menempatkan aspek kemanusiaan di atas pertimbangan lain.
"Tapi kemanusiaan di atas segala-galanya. Dan hari ini Menteri Imipas telah membuktikan hal itu. Membebaskan WBP di saat banjir besar menerjang Aceh Tamiang termasuk Lapas Kelas II B Kuala Simpang. Ini force majeure," bebernya.
Yudhistira juga menyoroti adanya bukti keberhasilan pembinaan narapidana di Lapas tersebut. Ia merujuk pada kisah yang menjadi viral di media sosial, di mana seorang hakim perempuan di Aceh Tamiang justru ditolong oleh seorang napi yang sebelumnya divonisnya saat banjir melanda.
"Hal ini kami rasa nilai plus bagi keberhasilan Menteri Imipas membina narapidana di sana," pungkasnya, menggarisbawahi bahwa selama menjalani hukuman, sebagian WBP telah membuktikan diri berusaha menjadi orang baik ketika akan kembali ke tengah masyarakat.
Comments
Post a Comment