Jawa Tengah Pererat Kemitraan dengan Jepang: Bidik Peningkatan Investasi dan Siapkan SDM Level Manajerial

SEMARANG, Realitapublik.id — Pemerintah Provinsi Jawa Tengah terus memperkuat kerja sama bilateral dengan Pemerintah Jepang guna mengakselerasi masuknya investasi asing. Langkah strategis ini diharapkan mampu menjadi mesin penggerak ekonomi daerah dan pembuka lapangan kerja luas bagi masyarakat Jawa Tengah di tengah tantangan ekonomi global.   Wakil Gubernur Jawa Tengah, Taj Yasin Maimoen (Gus Yasin), menegaskan kesiapan Jateng dalam menyambut industri Jepang melalui jaminan kemudahan investasi dan dukungan infrastruktur yang solid.   Berdasarkan data periode 2021–2025, Jepang konsisten menempati peringkat ketiga investor terbesar di Jawa Tengah dengan total nilai investasi mencapai Rp24,216 triliun. Investasi tersebut tersebar di wilayah strategis seperti Jepara, Batang, Semarang, Pemalang, dan Kendal.   "Kami siap memberikan dukungan penuh. Proyek-proyek strategis di bidang energi, manufaktur, pertanian terintegrasi, hingga pariwisata berkelanjutan telah kami siapkan untuk menyambut industri Jepang," ujar Gus Yasin saat menerima kunjungan Gubernur Prefektur Kagawa, Ikeda Toyohito, di Semarang, Sabtu (24/1/2026).   Untuk menarik minat investor, Pemprov Jateng menawarkan berbagai insentif, antara lain: Perizinan Terintegrasi: Optimalisasi sistem Online Single Submission (OSS) berbasis risiko. Insentif Fiskal: Fasilitas tax holiday, tax allowance, serta pembebasan bea masuk mesin dan bahan baku industri. Peningkatan Kualitas SDM: Dari Pekerja ke Level Manajer   Kerja sama kali ini tidak hanya terpaku pada sektor modal, tetapi juga peningkatan level tenaga kerja migran. Gubernur Ikeda Toyohito menyampaikan ketertarikannya terhadap etos kerja SDM asal Jawa Tengah dan berharap mereka dapat menduduki posisi strategis.   "Kami berharap pekerja dari Jateng tidak hanya bekerja dalam jangka waktu pendek, tetapi juga dipersiapkan dan dilatih untuk menjadi head manager di perusahaan-perusahaan Jepang," ungkap Ikeda Toyohito.   Tercatat, jumlah pekerja migran asal Jateng di Jepang mengalami lonjakan tajam sebesar 52 persen, dari 3.760 orang pada 2024 menjadi 5.712 orang pada 2025. Jawa Tengah sendiri memiliki potensi besar dengan ketersediaan 245 ribu lulusan SMK setiap tahunnya.   Gubernur Prefektur Kagawa menjamin bahwa tenaga kerja Indonesia akan mendapatkan dukungan penuh selama menetap di Jepang, termasuk bantuan pendidikan bahasa sebelum keberangkatan. Hal ini dilakukan untuk memastikan para pekerja dapat beradaptasi dan hidup dengan nyaman di tengah lingkungan industri Jepang.   Sinergi ini dinilai sebagai terobosan cerdas Pemerintah Provinsi Jawa Tengah dalam memitigasi sulitnya lapangan kerja, sekaligus memperkuat daya saing ekonomi daerah di kancah internasional.   Ringkasan Kerja Sama Jateng - Jepang (2021-2026):   Kategori Catatan Penting Nilai Investasi Rp24,216 Triliun (Peringkat 3 Terbesar) Sektor Dominan Listrik, Gas, Tekstil, Otomotif, dan Elektronik Pertumbuhan Pekerja Naik 52% (Capaian 5.712 orang di 2025) Target Baru Penyiapan SDM untuk posisi Head Manager Wilayah Fokus Jepara, Batang, Semarang, Pemalang, Kendal.

Comments

RUANG IKLAN GAMBAR Ukuran ideal 800 x 400 px