Ironi, Konser Amal HUT Pemalang ke-451 Bubar Diterjang Banjir

PEMALANG, Realitapublik.id — Puncak peringatan Hari Jadi Kabupaten Pemalang ke-451 yang dikemas dalam bentuk Konser Amal berakhir pilu. Hujan lebat disertai angin kencang yang mengguyur sejak Sabtu (31/01/2026) malam tidak hanya merendam jantung kota, tetapi juga memaksa panitia menghentikan acara demi keselamatan nyawa pengunjung dan pengisi acara.   Kawasan Alun-Alun Pemalang yang menjadi pusat panggung hiburan artis ibu kota justru berubah menjadi area genangan air, menghambat misi kemanusiaan yang sedang diusung.   Di balik kemegahan panggung yang direncanakan selama tiga hari sejak 29 Januari tersebut, muncul angka yang kontras antara biaya operasional dan hasil penggalangan dana. Estimasi biaya penyelenggaraan konser disebut mencapai Rp980 juta, namun hasil donasi yang terkumpul sementara ini dinilai belum sebanding.   Ketua BPBD Kabupaten Pemalang, Agus Ikmaludin, mengungkapkan bahwa donasi yang masuk saat ini mayoritas berasal dari kalangan internal birokrasi. "Donasi yang masuk saat ini sekitar Rp152 juta, itu pun kebanyakan dari rekan-rekan OPD. Sedangkan penggalangan dana lewat penyelenggaraan konser hanya didapat sedikit," jelas Agus Ikmaludin. Meski demikian, ia menegaskan bahwa pintu donasi masih terbuka lebar hingga 7 Februari 2026.   Ketinggian air yang mencapai 50 sentimeter menggenangi titik vital seperti Simpang City Walk, Jalan Ahmad Yani, dan Jalan Jenderal Sudirman. Kondisi drainase yang buruk dituding menjadi penyebab utama air tidak cepat surut, hingga melumpuhkan arus lalu lintas pada Minggu (01/02/2026) pagi.   Banyak kendaraan roda dua maupun roda empat yang mogok akibat nekat menerobos arus. Menanggapi situasi darurat ini, Satpol PP Kabupaten Pemalang mengerahkan armada truk operasional untuk mengevakuasi warga yang terjebak banjir menuju lokasi yang lebih aman.   Ironisnya, konser ini awalnya dirancang untuk menggalang dana bagi korban bencana banjir dan tanah longsor di wilayah lain, termasuk korban banjir bandang di Pulosari. Namun, cuaca ekstrem justru membuat lokasi acara amal tersebut ikut menjadi titik bencana.   "Keselamatan ribuan pengunjung dan para artis menjadi prioritas utama kami, sehingga keputusan berat untuk menghentikan konser harus diambil," ujar perwakilan panitia pelaksana.   Masyarakat diimbau untuk tetap waspada dan memantau peringatan dini dari BMKG, mengingat siklus cuaca ekstrem di Jawa Tengah diprediksi belum akan berakhir dalam waktu dekat.

Comments

RUANG IKLAN GAMBAR Ukuran ideal 800 x 400 px