Lebaran Terancam di Reruntuhan: Jeritan Hati Anas, Warga Tambakrejo Pasuruan yang Atap Rumahnya Ambruk
PASURUAN realitapublik.id — Ramadhan 1447 H yang seharusnya menjadi bulan penuh keberkahan, justru menjadi ujian berat bagi Anas Wayubi. Warga Desa Tambakrejo Krajan, RT 04 RW 05, Kecamatan Kraton, Kabupaten Pasuruan ini harus meratapi nasib setelah atap rumah tinggalnya ambruk akibat hujan deras pada Minggu pekan lalu. Kini, ia dan adiknya, Bahul, terpaksa menyambut malam-malam pertama Tarawih di bawah atap langit.
Kondisi ekonomi yang serba terbatas membuat Anas tak berdaya memperbaiki huniannya. Dada Anas semakin sesak membayangkan hari Idul Fitri yang kian dekat. Di saat orang lain bersiap memperindah rumah untuk saling berjabat tangan, Anas justru terancam merayakan hari kemenangan di atas puing-puing bangunan.
Ada pemandangan yang menyayat hati di lokasi musibah. Di antara sisa kayu yang lapuk dan tembok yang runtuh, terselip sebuah foto kebersamaan Anas dengan Bupati Pasuruan, H. Rusdi Sutejo, dan Wakil Bupati, Gus Shobih Asrori. Foto itu diambil saat keduanya mengunjungi warga sekitar beberapa waktu lalu.
[caption id="attachment_16921" align="alignnone" width="300"]
Sebuah foto kenangan bersama Bupati dan Wakil Bupati Pasuruan[/caption]
Bagi Anas, foto itu bukan sekadar kenang-kenangan, melainkan "pegangan" moral dan harapan terakhir bahwa pemimpin daerah yang ia kagumi akan mendengar rintihannya.
“Rumah saya roboh sejak Minggu karena hujan deras. Sampai sekarang belum ada bantuan yang datang. Saya sangat berharap ada perhatian dari pemerintah supaya kami bisa punya tempat tinggal yang layak lagi,” ujar Anas dengan nada getir, Jumat (20/02/2026).
Sudah hampir sepekan Anas hanya mengandalkan bantuan makanan dan pakaian dari tetangga serta kerabat. Namun, bantuan tersebut tentu tidak cukup untuk membangun kembali atap yang hilang. Cuaca ekstrem yang masih menyelimuti kawasan Kraton kian mengancam keselamatannya dan sang adik.
“Musim hujan begini situasi makin berat. Saya sangat khawatir kalau harus terus bertahan di sisa bangunan yang sudah lapuk ini,” tambahnya.
"Kami berharap Pak Bupati atau Pak Wakil Bupati bisa terketuk hatinya. Minimal ada bantuan material agar Anas dan adiknya aman dari hujan sebelum bulan suci ini berakhir," harap salah seorang warga setempat yang mulai mempertanyakan lambannya respons pemerintah desa maupun daerah.
Hingga berita ini dirilis, belum ada konfirmasi resmi dari dinas terkait mengenai realisasi bantuan sosial bagi Anas. Warga berharap, sinergi antara pemerintah desa dan Pemerintah Kabupaten Pasuruan segera terwujud agar bantuan material bangunan segera turun sebelum Idul Fitri tiba. (*)
Sebuah foto kenangan bersama Bupati dan Wakil Bupati Pasuruan[/caption]
Bagi Anas, foto itu bukan sekadar kenang-kenangan, melainkan "pegangan" moral dan harapan terakhir bahwa pemimpin daerah yang ia kagumi akan mendengar rintihannya.
“Rumah saya roboh sejak Minggu karena hujan deras. Sampai sekarang belum ada bantuan yang datang. Saya sangat berharap ada perhatian dari pemerintah supaya kami bisa punya tempat tinggal yang layak lagi,” ujar Anas dengan nada getir, Jumat (20/02/2026).
Sudah hampir sepekan Anas hanya mengandalkan bantuan makanan dan pakaian dari tetangga serta kerabat. Namun, bantuan tersebut tentu tidak cukup untuk membangun kembali atap yang hilang. Cuaca ekstrem yang masih menyelimuti kawasan Kraton kian mengancam keselamatannya dan sang adik.
“Musim hujan begini situasi makin berat. Saya sangat khawatir kalau harus terus bertahan di sisa bangunan yang sudah lapuk ini,” tambahnya.
"Kami berharap Pak Bupati atau Pak Wakil Bupati bisa terketuk hatinya. Minimal ada bantuan material agar Anas dan adiknya aman dari hujan sebelum bulan suci ini berakhir," harap salah seorang warga setempat yang mulai mempertanyakan lambannya respons pemerintah desa maupun daerah.
Hingga berita ini dirilis, belum ada konfirmasi resmi dari dinas terkait mengenai realisasi bantuan sosial bagi Anas. Warga berharap, sinergi antara pemerintah desa dan Pemerintah Kabupaten Pasuruan segera terwujud agar bantuan material bangunan segera turun sebelum Idul Fitri tiba. (*)
Comments
Post a Comment