Truk Pakan Ikan bermuatan 9,5 Ton Terguling di Jalan Rusak di Tiyuh Murni Jaya
TUBABA, realitapublik.id – Sebuah truk bermuatan pakan ikan bernomor polisi BG 8974 US terbalik di ruas jalan Tiyuh Murni Jaya, Kabupaten Tulang Bawang Barat, pada Selasa (3/3/2026). Insiden ini diduga kuat akibat kombinasi kondisi jalan yang rusak parah dan muatan kendaraan yang melebihi kapasitas (overload).
Truk yang melaju dari arah Pakuwon menuju Tiyuh Daya Sakti ini hilang kendali saat melintasi jalur yang dipenuhi lubang menganga dan aspal ambles. Lokasi tersebut memang menjadi titik yang selama ini dikeluhkan warga sekitar karena kerusakannya yang ekstrem.
"Jalannya sudah lama hancur, ditambah truk-truk besar sering lewat. Ya, tinggal tunggu waktu saja kejadian seperti ini," ujar salah seorang warga di lokasi kejadian.
Pengakuan Sopir: Muatan 9,5 Ton
Sopir truk, yang enggan disebutkan namanya, mengaku sedang mengangkut pakan ikan lele dari Purwakarta menuju Tiyuh Daya Sakti. Ia juga mengonfirmasi bahwa kendaraan tersebut membawa beban berat tanpa didampingi kernet.
"Muatan 9,5 ton, naik 5 (karung/ton) dari batas bak. Ini mobil punya bos. Saya biasa jalan sendiri, mau ke Semarang atau ke mana pun memang sendiri," ungkapnya.
Saat disinggung mengenai dugaan mengemudi di bawah pengaruh alkohol, sopir tersebut dengan tegas membantah. "Enggak lah," jawabnya singkat.
Keresahan Warga dan Lemahnya Pengawasan ODOL
Pantauan di lokasi menunjukkan lubang-lubang besar dan aspal yang rapuh akibat terus-menerus digilas kendaraan bertonase tinggi. Peristiwa ini kembali menyulut kemarahan masyarakat yang menilai pengawasan terhadap kendaraan Over Dimension Over Loading (ODOL) sangat lemah.
Meski regulasi dalam UU Nomor 22 Tahun 2009 tentang Lalu Lintas dan Angkutan Jalan sudah mengatur sanksi tegas bagi pelanggar muatan, implementasinya di lapangan dianggap belum memberikan efek jera.
Hingga berita ini dimuat, pihak berwenang setempat belum memberikan keterangan resmi terkait dugaan pelanggaran tonase maupun rencana perbaikan infrastruktur di wilayah tersebut.
Kecelakaan ini menjadi "alarm" bagi pemerintah daerah. Tanpa pengawasan ketat dan perbaikan jalan yang konkret, ancaman kecelakaan serupa—bahkan yang lebih fatal—akan terus membayangi keselamatan warga setiap harinya. (*)
Penulis: Rodi Sandra
Comments
Post a Comment