Wajah Baru Indramayu: Rekam Jejak Akselerasi Infrastruktur dalam Setahun Kepemimpinan Lucky Hakim
INDRAMAYU, realitapublik.id – Tepat satu tahun sejak dilantik pada 20 Februari 2025, Bupati Indramayu Lucky Hakim dan Wakil Bupati Syaefudin menunjukkan progres signifikan dalam menakhodai "Bumi Wiralodra". Mengusung visi Indramayu REANG (Religius, Ekonomi Kerakyatan, Aman, Nyaman, dan Gotong Royong), kepemimpinan periode pertama ini ditandai dengan gerak cepat melalui 14 Program Percepatan yang menyasar langsung persoalan di akar rumput.
Transformasi Infrastruktur: Jalan Mulus untuk Ekonomi Rakyat
Keluhan klasik mengenai infrastruktur jalan mulai dijawab dengan realisasi nyata. Berdasarkan data Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (DPUPR) tahun 2025, Pemkab Indramayu telah melakukan perbaikan masif yang mencakup:
1. Pemeliharaan Rutin: 270 kilometer di 74 ruas jalan.
2. Rekonstruksi Jalan Kabupaten: 28 kilometer di 32 ruas strategis.
3. Rehabilitasi Jalan Desa: 75 kilometer yang tersebar di 349 titik.
Proyek strategis seperti betonisasi jalan Situraja–Kiarapayung sepanjang 2,6 km dan perbaikan ruas jalan Pondoh kini telah rampung, memperlancar konektivitas ekonomi antarwilayah.
Revolusi Kesehatan dan Pendidikan
Sektor pelayanan dasar menjadi prioritas investasi sumber daya manusia. Di bidang kesehatan, Lucky Hakim melakukan terobosan dengan rencana pengaktifan kembali eks bangunan RS Reysa menjadi RSUD di wilayah Indramayu Barat. Langkah ini diambil untuk memecah kepadatan pasien di pusat kota dan mendekatkan layanan medis ke masyarakat pelosok.
Sementara di sektor pendidikan, program Indramayu Belajar hadir melalui "Sekolah Rakyat" dan "Sanggar Seni Masuk Sekolah (SSMS)". Program ini bertujuan mencetak generasi yang unggul secara akademik namun tetap memegang teguh akar budaya lokal.
Kedaulatan Pangan dan Kesejahteraan Petani
Sebagai lumbung pangan nasional, stabilitas harga gabah dan perlindungan petani menjadi fokus utama. Pemkab telah membangun 31 demplot pertanian di seluruh kecamatan sebagai pusat edukasi. Uniknya, Lucky menerapkan pendekatan ekosistem alami dengan melepas predator hama (ular dan burung hantu) untuk menjaga lahan, yang didukung penguatan Program Asuransi Usaha Tani Padi (AUTP) guna meminimalisir risiko gagal panen.
Digitalisasi Birokrasi dan Respon Cepat Keluhan
Di bawah komando Lucky Hakim, birokrasi dipaksa bergerak lebih transparan melalui Super Apps Wong Reang dan kanal aduan Wong Reang Wadul. Efektivitasnya terbukti; dalam 100 hari pertama, Diskominfo mencatat 871 aduan (93%) dari total 929 laporan berhasil diselesaikan oleh perangkat daerah terkait.
Transparansi ini juga merambah pada reformasi izin usaha dan pengisian jabatan BUMD (PT BWI dan Perumda Tirta Darma Ayu) melalui seleksi terbuka guna memastikan profesionalisme.
Pembangunan Berbasis Spiritualitas dan Kemanusiaan
Sisi religius diperkuat melalui program Indramayu Mengaji, termasuk pembangunan Rumah Tahfidz. Selain itu, optimalisasi dana zakat melalui program Indramayu Berzakat telah disalurkan untuk beasiswa dan pemberdayaan ekonomi masyarakat prasejahtera.
Sentuhan humanis juga terlihat pada program "REANG EMAN NING SEMA" (Sayangi Ibu), di mana ASN dilibatkan langsung sebagai pendamping lansia. Di bidang lingkungan, akses air bersih (SPAM) di 16 desa serta normalisasi 13 muara sungai telah dilakukan untuk mencegah banjir sekaligus mempermudah akses nelayan.
Menatap Tahun Kedua
Meski satu tahun pertama telah meletakkan fondasi yang kokoh, tantangan besar masih menanti. Konsistensi dalam menjaga pertumbuhan ekonomi dan pemerataan infrastruktur hingga pelosok desa akan menjadi ujian utama di tahun kedua. Dengan semangat "Reang", optimisme terpancar untuk membawa Indramayu bersolek menjadi daerah yang lebih maju dan inklusif.(*)
Comments
Post a Comment