Korban Diduga Keracunan Makan Bergizi Gratis di Batang Melonjak Jadi 276 Orang
BATANG JATENG, realitapublik.id – Jumlah warga yang diduga mengalami keracunan setelah mengonsumsi menu Makan Bergizi Gratis (MBG) dari Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Kecamatan Bawang, Kabupaten Batang, Jawa Tengah, kini melonjak menjadi 276 orang. Korban terdiri dari siswa hingga orang tua murid.
Berdasarkan data terbaru yang disampaikan oleh Wakil Bupati Batang, Suyono, pada Rabu (23/9/2026) malam, jumlah tersebut masih berpotensi bertambah karena proses pendataan di lapangan masih terus berjalan.
"Perkembangan tetap kita tunggu. Yang penting kita prihatin bersama, semoga kejadian ini menjadi kejadian yang terakhir," ujar Wakil Bupati Batang, Suyono, Rabu (23/9/2026).
Pemerintah mencatat ada 11 satuan pendidikan yang berada dalam cakupan layanan SPPG Bawang, antara lain: TK Al Ikhlas, SDN 3 Bawang, TK Pertiwi, MA Sunan Kalijaga, MTs Sunan Kalijaga, TK Kuncup Mekar, TP Ananda, Pos PAUD Anggrek Mas, TK Qurota Ayun, RA Al Hidayah, dan MI Salafiyah Pasusukan.
Meski demikian, tidak semua siswa dari lembaga tersebut menjadi korban. Sebagian korban justru merupakan orang tua murid yang ikut menyantap makanan MBG yang dibawa pulang oleh anak-anak mereka.
"Orang tua memakan dari sisa anak," kata Suyono menjelaskan situasi di lapangan.
Lebih lanjut, Suyono memaparkan bahwa sebanyak 19 korban terpaksa dirujuk ke RSUD Kalisari Batang setelah mengeluhkan gejala mual dan pusing. Guna mengantisipasi lonjakan pasien, seluruh fasilitas kesehatan di Kabupaten Batang kini telah disiagakan.
"Kalau di Batang semua penuh, tinggal nanti lari ke puskesmas yang rawat inap," tambah Suyono.
Sementara itu, menurut informasi dari warga, menu MBG yang dikonsumsi hari itu terdiri dari nasi, telur bolognese, mix sayur, tahu mendoan, dan buah anggur. Namun, pihak pemerintah belum menyimpulkan penyebab pasti dari dugaan keracunan ini. Sejumlah sampel makanan telah diambil oleh petugas medis untuk keperluan uji laboratorium.
Akibat insiden tersebut, distribusi MBG dari SPPG Bawang dihentikan untuk sementara waktu sambil menunggu hasil uji laboratorium serta evaluasi Standar Operasional Prosedur (SOP) keamanan pangan.
Walaupun jumlah korban yang diduga keracunan telah mencapai 276 orang, pemerintah daerah belum menetapkan status Kejadian Luar Biasa (KLB). Saat ini, pemerintah masih fokus pada penanganan medis para korban, verifikasi data, serta menunggu hasil resmi dari laboratorium.
Diharapkan kasus serupa tidak terulang kembali di masa mendatang. Pemerintah dan pihak terkait berjanji akan mengevaluasi total sekaligus memperketat SOP terkait penyelenggaraan program Makan Bergizi Gratis ini.
Jurnalis: Feri Eka Spt
Editor: Redaksi
Comments
Post a Comment